YIELD LOSSES ASSOCIATED WITH PEANUT MOTTLE VIRUS (PtMtV) INFECTION ON PEANUT PLANTS GIVEN DIFFERENT REGIMES OF UREA AND POTASSIUM CHLORIDE FERTILIZERS
P. Sulaksono(1*)(1) 
(*) Corresponding Author
Abstract
Penyakit virus belang (PtMtV) pada kacang tanah dapat tertular lewat biji dan merupakan penyakit
yang sebarannya mendunia. Beberapa orang telah melaporkan kehilangan hasil kacang tanah karena penyakit
ini, namun belum ada informasi yang jelas apakah pemberian pupuk unsur hara makro akan meningkatkan
atau menurunkan kehilangan hasil tanaman yang terinfeksi virus tersebut. Untuk mempelajari hubungan
antara kehilangan hasil karena PtMtV dengan berbagai rejim pemupukan nitrogen dan potassium telah
dilakukan penelitian rumah kasa dengan menggunakan biji kacang tanah dari daerah Biromaru dan Tavaeli
yang terinfeksi oleh PtMtV. Data yang dikumpulkan merupakan parameter hasil dan pertumbuhan tanaman.
Penghitungan lanjut pada data dilakukan untuk menentukan pertambahan hasil yang diakibatkan oleh
aplikasi pupuk dan juga kehilangan hasil karena infeksi pada tanaman yang diberi pupuk tersebut. Data yang
diperoleh menunjukkan bahwa rejim pemupukan tertentu meningkatkan dan rejim lain menurunkan
kehilangan hasil yang diakibatkan oleh penyakit. Kehilangan yang terbesar dalam setiap komponen hasil
karena penyakit cenderung berhubungan dengan aplikasi urea+SP36+KCl pada dosis 100+100+50 (kg/ha).
Rejim pemupukan ini didapatkan juga berhubungan dengan terjadinya kehilangan terbesar dalam jumlah
daun dan tinggi tanaman. Sebaliknya, kehilangan hasil yang lebih rendah daripada yang diperoleh dengan
pemupukan pada dosis rekomendasi (50 urea + 100 SP36 + 50 KCl) (kg/ha) cenderung berkaitan dengan
dosis nitrogen yang lebih rendah (25 urea + 100 SP36 + 50 KCl) (kg/ha) atau dengan dosis potassium yang
lebih tinggi (50 urea + 100 SP36 + 75 KCl) (kg/ha).
Kata kunci: virus, mottle, kacang, pupuk, hasil, kehilangan, hara.
Â
ABSTRACTPeanut mottle virus (PtMtV) is worldwide soil born disease on peanut plants. While some reported
yield losses due to the disease, it is not clear whether application of major nutrient fertilizers will increase or
decrease yield losses of the infected plant. A screen-house experiment was set up using infected peanut seeds
collected from Biromaru and Tavaeli area to study the association of yield losses within various regimes of
nitrogen and potassium fertilizer application. Data were collected on several plant yield and growth
parameters. Further computations were carried out on the data for determining yield increments given by the
fertilizers applications and also yield losses imposed by infection on plants added with the fertilizers. The
data obtained showed that certain fertilizers regimes increased whereas other decreased yield losses imposed
by the disease. The losses in each yield component tended to be highest with the application of
urea+SP36+KCl at 100+100+50 (kg/ha). This regime of fertilizers was also associated with highest losses in
leaf number and plant height. On the contrary, yield losses lower than that observed with the recommended
rate (50 urea + 100 SP36 + 50 KCl) (kg/ha) tended to be associated with lower rate of nitrogen (25 urea +
100 SP36 + 50 KCl) (kg/ha) or with higher rate of potassium (50 urea + 100 SP36 + 75 KCl) (kg/ha).
Key words: virus, mottle, peanut, fertilizers, losses, yield, nutrient
Â
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.

